- Back to Home »
- informasi »
- MENKOMINFO Memberikan Kuliah Umum di UIN Malang
Posted by : uje
Friday, 15 November 2013
TKJ.NZR- Menteri Komunikasi dan Informatika
Tifatul Sembiring memberikan kuliah umum kepada sekitar 5.000 mahasiswa
dari berbagai universitas di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang pada
hari ini, Selasa (12/11).
Kuliah umum ini merupakan bagian dari acara Kumpul Kampiun. Selain
Tifatul, hadir pula Wakil Walikota Malang Sutiaji dan Ketua Umum Klik
Indonesia sekaligus penggagas acara Kumpul Kampiun, Henri Kasyfi
Soemartono.Dalam presentasinya, Tifatul mengungkapkan tiga hal penting terkait perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di kalangan Mahasiswa. Ketiga hal tersebut adalah sekuriti, kreativitas, dan karakter bangsa. Secara terbuka, Tifatul mengurai ketiga hal tersebut agar mudah dipahami oleh Mahasiswa.
Terkait dengan sekuriti, saat ini dunia maya sedang digegerkan dengan aksi penyadapan. Kata Tifatul, Indonesia juga tidak terlepas dari aksi penyadapan yang kabarnya dilakukan oleh pihak asing, yaitu Australia dan Amerika Serikat. Namun, dia mengajak agar kasus ini tidak melebar secara meluas dengan beragam aksi balas dendam yang saat ini banyak dilakukan, seperti deface atau meng-hack sejumlah situs milik kedua negara tersebut.
"Jangan habiskan tenaga kita di dunia maya untuk hal negatif. Ada baiknya, gunakan internet untuk memajukan roda perekonomian bangsa. Oleh sebab itu, pengguna internet di tanah air bisa lebih kreatif menghasilkan beragam konten edukatif yang punya nilai jual," ujar Tifatul.
Tifatul mencontohkan, bagaimana seorang pengembang game Angry Birds bisa sukses. Tidak hanya itu, dia juga menceritakan pengembangan Facebook yang awalnya dibuat oleh Mark Zuckerberg sebagai alat komunikasi di kampusnya. Keduanya bisa berfikir kreatif dengan cepat, sehingga mampu menghasilkan produk yang saat ini digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.
Jika melihat talenta-talenta muda yang dimiliki oleh Indonesia, seharusnya aplikasi atau konten lokal buatan karya anak bangsa juga tidak kalah menariknya.
"Kementrian Komunikasi dan Informasi telah menggagas kompetisi INAICTA.
Kompetisi tersebut bisa menjadi bukti nyata bahwa banyak karya aplikasi
lokal yang telah siap bersaing dengan konten-konten asing. Untuk
itulah, sebuah ide dan kreativitas berperan penting dalam pengembangan
sebuah aplikasi," tambah Tifatul.
Pada akhirnya, seluruh konten yang telah dikembangkan oleh anak bangsa bisa menjadi sebuah ekosistem untuk melengkapi program Indonesia Connected sebagai program untuk menghubungkan seluruh pulau di Indonesia dengan insfrastruktur di Internet. Saat ini, pembangunan infrastruktur internet di seluruh Indonesia sudah mencapai 94%.
Tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya menyelesaikan program Desa Berdering dan terus mengembangkan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK). Tujuannya tentu positif, agar semua masyarakat Indonesia yang ada di pelosok negeri juga merasakan manfaat internet.
"Setelah rampung, pemerintah akan menargetkan program selanjutnya yang disebut Indonesian Informatif yang akan selesai pada 2014. Fungsi utamanya agar teknologi yang masuk dapat menfilter informasi yang ada," ujar Tifatul.
Terakhir, jika masalah sekuriti telah diselesaikan dan masyarakat Indonesia memanfaatkan internet secara kreatif untuk hal-hal yang positif, jangan pernah melupakan karakter bangsa seutuhnya. Tifatul menjelaskan, bahwa karakter bangsa Indonesia tidak boleh terpecah. Oleh karena itu, jangan mudah terpancing dengan beragam informasi di dunia maya yang tidak jelas asal-usulnya. (JS)
Pada akhirnya, seluruh konten yang telah dikembangkan oleh anak bangsa bisa menjadi sebuah ekosistem untuk melengkapi program Indonesia Connected sebagai program untuk menghubungkan seluruh pulau di Indonesia dengan insfrastruktur di Internet. Saat ini, pembangunan infrastruktur internet di seluruh Indonesia sudah mencapai 94%.
Tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya menyelesaikan program Desa Berdering dan terus mengembangkan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK). Tujuannya tentu positif, agar semua masyarakat Indonesia yang ada di pelosok negeri juga merasakan manfaat internet.
"Setelah rampung, pemerintah akan menargetkan program selanjutnya yang disebut Indonesian Informatif yang akan selesai pada 2014. Fungsi utamanya agar teknologi yang masuk dapat menfilter informasi yang ada," ujar Tifatul.
Terakhir, jika masalah sekuriti telah diselesaikan dan masyarakat Indonesia memanfaatkan internet secara kreatif untuk hal-hal yang positif, jangan pernah melupakan karakter bangsa seutuhnya. Tifatul menjelaskan, bahwa karakter bangsa Indonesia tidak boleh terpecah. Oleh karena itu, jangan mudah terpancing dengan beragam informasi di dunia maya yang tidak jelas asal-usulnya. (JS)
Editor : Insaf Albert Tarigan